Pendekatan
Humanistic Therapy menganggap bahwa setiap manusia itu unik dan setiap manusia
sebenarnya mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Setiap manusia dengan
keunikannya bebas menentukan pilihan hidupnya sendiri. Oleh karena itu, dalam
terapi humanistik, seorang psikoterapis berperan sebagai fasilitator perubahan
saja, bukan mengarahkan perubahan. Psikoterapis tidak mencoba untuk
mempengaruhi klien, melainkan memberi kesempatan klien untuk memunculkan
kesadaran dan berubah atas dasar kesadarannya sendiri. psikologi humanistik atau disebut juga dengan
nama psikologi kemanusiaan adalah suatu pendekatan yang multifaset terhadap
pengalaman dan tingkah laku manusia, yang memusatkan perhatian pada keunikan
dan aktualisasi diri manusia. Bagi sejumlah ahli psikologi humanistik ia adalah
alternatif, sedangkan bagi sejumlah ahli psikologi humanistik yang lainnya merupakan
pelengkap bagi penekanan tradisional behaviorisme dan psikoanalis (Misiak dan
Sexton, 2005). Psikologi humanistik berdasarkan kepada keyakinan bahwa
nilai-nilai etika merupakan daya psikologi yang kuat dan ia merupakan penentu
asas kelakuan manusia. Keyakinan ini membawa kepada usaha meningkatkan kualitas
manusia seperti pilihan, kreativitas, interaksi fisik, mental dan jiwa, dan
keperluan untuk menjadi lebih bebas. Situs yang sama menyebutkan bahwa
psikologi humanistik juga didefinisikan sebagai sebuah sistem pemikiran yang
berdasarkan kepada berbagai nilai, sifat, dan tindak tanduk yang dipercayai
terbaik bagi manusia.
Psikologi humanistik dapat
dimengerti dari tiga ciri utama, yaitu, pertama psikologi humanistik
menawarkan satu nilai yang baru sebagai pendekatan untuk memahami sifat dan
keadaan manusia. Kedua, ia menawarkan pengetahuan yang luas akan kaedah
penyelidikan dalam bidang tingkah laku manusia. Ketiga, ia menawarkan
metode yang lebih luas akan kaedah-kaedah yang lebih efektif dalam pelaksanaan
psikoterapi. Pokok persoalan dari psikologi humanistik adalah pengalaman
subjektif manusia, keunikannya yang membedakan dari hewan-hewan, sedangkan
area-area minat dan penelitian yang utama dari psikologi humanistik adalah
kepribadian yang normal dan sehat, motivasi, kreativitas,
kemungkinan-kemungkinan manusia untuk tumbuh dan bagaimana bisa mencapainya,
serta nilai-nilai manusia Dalam metode-metode studinya, psikologi humanistik
menggunakan berbagai metode mencakup wawancara, sejarah hidup, sastra, dan produk-produk
kreatif lainnya. (Misiak dan Sexton, 2005)
Kelebihan :
dalam terapi ini menekankan pada inti dalam pribadi
seseorang, disini dapat membuat klien lebih merefleksikan hidup, belajar untuk
tanggung jawab, serta dengan tekhnik terapi yang menjadikan sebagai fasilitator
dapat mebuat klien menentukan pilihan mereka sendiri.
Kekurangan:
- Teori humanistik tidak bisa diuji dengan mudah.
- dalam terapi ini orang yang telah berhasil
mengaktualisasikan dirinya, ini masih buram dan subjektif.
- Psikologi humanistik mengalami pembiasan terhadap
nilai individualistis
Semiun, Y.
(2006). Kesehatan mental 3. Yogyakarta: Penerbit Kanisius
(Aanstoos, Serlin & Greening, dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Humanistic_psychology).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar