Atika
Purnama Dewi
1PA09
11513481
Setiap Ilmu yang ada di
dunia ini, yang manusia dapat temukan dan pelajari, pasti memiliki keterkaitan
satu sama lainnya. Dalam konteks kali ini, akan dibahas mengenai salah satu
ilmu yang manusia telah pelajari dalam jangka waktu yang tidak pendek. Yaitu
EKOLOGI. Apa itu EKOLOGI? Dan hubungan apa yang saling terkait dengan ilmu-ilmu
lainnya? Berikut pembahasannya.
EKOLOGI.Ilmu yangmempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kataYunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan
sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun
interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali
dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834- 1914). Dalam ekologi,
makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. Pembahasan
ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya,
yaitu faktor abiotikdan biotik. Faktor
abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan
topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia,
hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan
tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan
ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan
kesatuan. Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru
muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologimempunyai
pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya
dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di
dalam tempat hidupnya atau lingkungannya. Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling
melengkapi dengan zoologi dan botaniyang
menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan, dan ekonomi energi yang
menggambarkan kebanyakan rantai
makanan manusia dan tingkat tropik.
A.
Ilmu-Ilmu
yang terkait dengan EKOLOGI.
1.
Hubungan dengan ilmu fisika : membahas perubahan suhu,
daya serap tanah karena pengaruh sinar matahari, proses dan pengaruh hujan
terhadap kehidupan.
2.
Ilmu Bumi dan Antariksa juga berperan karena ekologi
berkaitan dengan berbagai proses yang dipengaruhi peristiwa-peristiwa siang dan
malam, musim kemarau dan musim hujan, gravitasi, endapan aluvial, vulkanik,
erosi dan lain-lain.
3.
Ilmu Kimia berperan karena dalam ekologi proses kimia
seperti dalam unsur-unsur C, N, CO2 yang merupakan
bagian penting dalam beberapa reaksi kimia.
4.
Ekologi dan ilmu ekonomi. Ekonomi juga berasal dari
kata “oikos” dan “nomics” yang berarti manajemen. Jadi ekonomi adalah manajemen
tempat hidup atau manajemen lingkungan. Sebagai sumber energy bagi ekologi
adalah sinar matahari, Sedangkan sumber “energy” bagi ekonomi adalah uang.
Sebenarnya ekonomi dengan ekologi mempunyai hubungan yang sesuai akan tetapi
banyak orang menganggap bahwa ekonomi dengan ekologi merupakan dua hal yang
bertentangan. Oleh karena itu, ahli ekonomi perlu mempelajari ekologi, sehingga
didalam mendapatkan keuntungan maksimal juga memperoleh kualitas lingkunagn
yang maksimum.
5.
Ekologi dan Ilmu Sosial Budaya. Ilmu sosial budaya
sangat penting bila komponen manusia dimasukkan dalam cakupan ekosistem, atau
bila kita mempelajari peran ekosistem dalam kehidupan manusia. Lingkungan
sosial budaya dan ekonomi sangatlah penting bagi kesinambungan pembangunan
berkelanjutan. Sebab pembangunan dilakukan oleh dan untuk manusia yang hidup di
dalam kondisi sosial-budaya dan ekonomi tertentu. Dalam pembangunan faktor
ekonomi mendapat perhatian yang seperlunya, karena semua orang sadar bahwa
pembangunan tak akan dapat berkelanjutan, apabila ekonomi tidak mendukungnya.
Akan tetapi faktor sosial-budaya sering diabaikan. Namun sejarah menunjukkan,
faktor sosial-budaya telah menyebabkan tak berkelanjutannya pembangunan
dibanyak negara. Misalnya, pembangunan oleh Shah Iran tidak berkelanjutan,
karena faktor sosial budaya tidak dapat mendukungnya.
6.
Ekologi, Ekosistem dan Ekosfer. Pengertian yang lebih
luas, ekologi adalah ilmu yang mempelajari biosfer dan komponen-komponennya.
Biosfer adalah lapisan semu yang membalut bumi yang mencakup bagian bumi yang
disebut hidrosfer (perairan), litosfer (daratan), dan atmosfer (udara). Seperti
diketahui, lingkungan fisik biasa disebut lingkungan abiotik dan organisme lain
yang berhubungan langsung maupun tak langsung disebut lingkungan biotik. Jadi,
lingkungan abiotik mencakup segala sesuatu yang tak hidup dalam lingkungan
organisme, seperti tanah, air, cahaya matahari, cuaca dan sebagainya. sedangkan
lingkungan biotik adalah segala makhluk hidup di sekitar dan di dalam tubuh
organisme. Istilah lain adalah populasi. Populasi adalah kumpulan atau
sekelompok individu-individu sejenis (yang spesiesnya sama) dengan habitat yang
sama. Komunitas juga berinteraksi dengan lingkungan fisiknya sehingga
terbentuk sebuah sistem yang khas, dan inilah yang disebut dengan ekosistem.
Jadi, sebuah ekosistem bukan hanya mempelajari interaksi organisme dengan lingkungan
biotiknya dalam sebuah komunitas, tetapi juga hubungan timbal balik dengan
lingkungan abiotiknya seperti suhu, cahaya, dan faktor-faktor tanah yang
berpengaruh terhadap keberadaan organisme. Istilah lain adalah ekosfer. Istilah
ini meliputi biosfer dan interaksinya dengan atmosfer, hidrosfer dan litosfer.
7.
Ilmu Psikologi, Ekologi mempunyai hubungan dengan
ilmu psikologi terutma psikologi lingkungan. Psikologi lingkungan adalah ilmu
kejiwaan yang mempelajari perilaku manusia bedasarkan pengaruh lingkungannya,
baik lingkungan sosial, dan lingkungan alam. Jadi, hubungan antara ilmu ekologi
dengan ilmu psikologi lingkungan sudah cukup jelas, yaitu dimana psikologi
lingkungan mempelajari perilaku manusia berdasrkan lingkungannya. Sebagai
contoh ketika terjadi banjir yang merusak ekosistem tentu saja ada perubahan
perilaku manusia atau yang menjadi korban, bisa saja terjadi trauma akibat
banjir yang terjadi.
Refrensi
: