Psikoanalisis
adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifat manusia
dan metode psikoterapi. Psikoanalisis berasal dari uraian tokoh psikoanalisa
yaitu Sigmund Freud yang mengatakan bahwa gejala neurotic pada seseorang timbul
karena tertahannya ketegangan emosi yang ada, ketegangan yang ada kaitannya
dengan ingatan yang ditekan, ingatan mengenai hal-hal yang traumatic dari
pengalaman seksual pada masa kecil. Selain itu, Freud juga mengatakan bahwa
perilaku manusia ditentukan oleh kekuatan irasional yang tidak disadari dari
dorongan biologis dan dorongan naluri psikoseksual tertentu pada masa lima
tahun pertama dalam kehidupannya.
Dalam
menjalankan fungsinya terapi psikoanalisis mempunyai lima teknik yaitu :
- · Asosiasi bebas
- · Penafsiran
- · Analisis mimpi
- · Analisis resistensi
- · Analisis transferensi/pengalihan
Dari
ke-lima teknik diatas, adalah analisis mimpi yang saya pilih menjadi teknik
psikoanalisis yang paling menarik. Karena itu saya akan membahas dengan lebih
detail mengenai analisis mimpi sigmund freud. Berdasarkan banyak pengalaman
saya meyakini bahwa mimpi adalah sebuah hal yang sangat menarik untuk dibahas
dan dikaji lebih dalam. Teman-teman saya sering sekali menanyakan hal-hal
terkait mimpi mereka dan arti dari setiap kejadiannya. Hal ini sungguh menarik
perhatian karena mimpi dapat dihubungkan dengan arti kejadian di dunia nyata
bahkan masa depan itu yang membuat orang-orang menjadi tertarik untuk
mengetahui apa arti dari mimpi-mimpi mereka.
Analisis
mimpi
Mimpi merupakan ekspresi yang
terdistorsi atau yang sebenarnya dari keinginan-keinginan yang tidak bisa di
ungkapkan dalam keadaan terjaga. Misalnya seorang anak yang biasa di buli teman-temannya
di sekolah dia bermimpi balas memukuli atau membunuh teman yang membulinya.
Freud seringkali
mengidentifikasi mimpi sebagai hambatan aktivitas mental tak sadar dalam
mengungkapkan sesuatu yang dipikirkan individu, beriringan dengan tindakan psikis
yang salah, slip bicara (slips of the tongue), maupun lelucon.
Freud juga menjelaskan bahwa
analisis mimpi perlu dikaitkan dengan peristiwa yang terjadi pada pemimpi dalam
kehidupan nyata. Terutama untuk peristiwa yang terjadi pada hari sebelumnya. Sebagian
besar cerminan interpretasi mimpi berisi ketakutan, keinginan, dan emosi yang
ada dalam pikiran bawah sadar.
Mimpi negatif dapat
ditafsirkan sebagai peristiwa yang pemimpi berharap tidak akan terjadi.
Misalnya saat kita bermimpi ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi, itu
berarti kita berharap bahwa orang yang kita sayangi tidak akan meninggalkan
kita.
Freud percaya bahwa mimpi
adalah manifestasi dari harapan yang muncul dari pikiran alam bawah sadar yang
sulit diakses kedalam alam sadar karena didalamnya terdapat berbagai emosi,
termasuk ketakutan terbesar dan keinginan-keinginan yang bahkan tidak disadari
karena ditekan oleh individu tersebut. Hal ini bisa disebabkab karena
norma-norma dalam komunitas yang melarangnya, ataupun karena situasi yang tidak
memungkinkan impuls-impuls tersebut termanifestasi. Maka, impuls-impuls
tersebut tersimpan dalam alam ketidaksadaran seseorang yang akhirnya suatu
waktu muncul di alam mimpi. Sama juga dengan mimpi buruk, tapi kebalikannya.
Dalam mimpi buruk yang muncul adalah hal-hal yang sama sekali tidak diharapkan
terjadi dialam sadar.
Freud menggunakan mimpi
sebagai salah satu metode untuk menangani gangguan psikologis kliennya, yang
disebut Analisis mimpi. Metode Analisis Mimpi dapat digunakan untuk mengungkap
pesan bawah sadar atau permasalahan terpendam, baik berupa hasrat, ketakutan,
kekhawatiran, kemarahan yang tidak disadari karena ditekan oleh seseorang.
Analisis mimpi ini dimaksudkan untuk memberi jalan untuk mempermudah analisis
psikologis terhadap neurosis
Freudian teori juga menyatakan
bahwa mimpi membawa pesan. Alam bawah sadar tidak berkomunikasi dengan
kata-kata melainkan dengan simbol dan emosi melalui mimpi. Beberapa mimpi
memiliki pesan dan penafsiran yang jelas jika dilihat dari pengalaman pribadi
individu yang bermimpi. Mengenai hubungan mimpi dengan alam sadar, Freud
berpendapat bahwa apapun yang ditawarkan oleh mimpi, individu mendapat
materinya dari alam nyata.
Sumber :
Gunarsa, S.D. (1996). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta : Gunung Mulia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar