Rabu, 23 Maret 2016

Teknik Terapi Psikoanalisis : Analisis Mimpi




Psikoanalisis adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifat manusia dan metode psikoterapi. Psikoanalisis berasal dari uraian tokoh psikoanalisa yaitu Sigmund Freud yang mengatakan bahwa gejala neurotic pada seseorang timbul karena tertahannya ketegangan emosi yang ada, ketegangan yang ada kaitannya dengan ingatan yang ditekan, ingatan mengenai hal-hal yang traumatic dari pengalaman seksual pada masa kecil. Selain itu, Freud juga mengatakan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh kekuatan irasional yang tidak disadari dari dorongan biologis dan dorongan naluri psikoseksual tertentu pada masa lima tahun pertama dalam kehidupannya.
Dalam menjalankan fungsinya terapi psikoanalisis mempunyai lima teknik yaitu :

  • ·         Asosiasi bebas

  • ·         Penafsiran

  • ·         Analisis mimpi

  • ·         Analisis resistensi

  • ·         Analisis transferensi/pengalihan

Dari ke-lima teknik diatas, adalah analisis mimpi yang saya pilih menjadi teknik psikoanalisis yang paling menarik. Karena itu saya akan membahas dengan lebih detail mengenai analisis mimpi sigmund freud. Berdasarkan banyak pengalaman saya meyakini bahwa mimpi adalah sebuah hal yang sangat menarik untuk dibahas dan dikaji lebih dalam. Teman-teman saya sering sekali menanyakan hal-hal terkait mimpi mereka dan arti dari setiap kejadiannya. Hal ini sungguh menarik perhatian karena mimpi dapat dihubungkan dengan arti kejadian di dunia nyata bahkan masa depan itu yang membuat orang-orang menjadi tertarik untuk mengetahui apa arti dari mimpi-mimpi mereka.

Analisis mimpi

Mimpi merupakan ekspresi yang terdistorsi atau yang sebenarnya dari keinginan-keinginan yang tidak bisa di ungkapkan dalam keadaan terjaga. Misalnya seorang anak yang biasa di buli teman-temannya di sekolah dia bermimpi balas memukuli atau membunuh teman yang membulinya.
Freud seringkali mengidentifikasi mimpi sebagai hambatan aktivitas mental tak sadar dalam mengungkapkan sesuatu yang dipikirkan individu, beriringan dengan tindakan psikis yang salah, slip bicara (slips of the tongue), maupun lelucon.
Freud juga menjelaskan bahwa analisis mimpi perlu dikaitkan dengan peristiwa yang terjadi pada pemimpi dalam kehidupan nyata. Terutama untuk peristiwa yang terjadi pada hari sebelumnya. Sebagian besar cerminan interpretasi mimpi berisi ketakutan, keinginan, dan emosi yang ada dalam pikiran bawah sadar.
Mimpi negatif dapat ditafsirkan sebagai peristiwa yang pemimpi berharap tidak akan terjadi. Misalnya saat kita bermimpi ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi, itu berarti kita berharap bahwa orang yang kita sayangi tidak akan meninggalkan kita.
Freud percaya bahwa mimpi adalah manifestasi dari harapan yang muncul dari pikiran alam bawah sadar yang sulit diakses kedalam alam sadar karena didalamnya terdapat berbagai emosi, termasuk ketakutan terbesar dan keinginan-keinginan yang bahkan tidak disadari karena ditekan oleh individu tersebut. Hal ini bisa disebabkab karena norma-norma dalam komunitas yang melarangnya, ataupun karena situasi yang tidak memungkinkan impuls-impuls tersebut termanifestasi. Maka, impuls-impuls tersebut tersimpan dalam alam ketidaksadaran seseorang yang akhirnya suatu waktu muncul di alam mimpi. Sama juga dengan mimpi buruk, tapi kebalikannya. Dalam mimpi buruk yang muncul adalah hal-hal yang sama sekali tidak diharapkan terjadi dialam sadar.
 Freud menggunakan mimpi sebagai salah satu metode untuk menangani gangguan psikologis kliennya, yang disebut Analisis mimpi. Metode Analisis Mimpi dapat digunakan untuk mengungkap pesan bawah sadar atau permasalahan terpendam, baik berupa hasrat, ketakutan, kekhawatiran, kemarahan yang tidak disadari karena ditekan oleh seseorang. Analisis mimpi ini dimaksudkan untuk memberi jalan untuk mempermudah analisis psikologis terhadap neurosis
Freudian teori juga menyatakan bahwa mimpi membawa pesan. Alam bawah sadar tidak berkomunikasi dengan kata-kata melainkan dengan simbol dan emosi melalui mimpi. Beberapa mimpi memiliki pesan dan penafsiran yang jelas jika dilihat dari pengalaman pribadi individu yang bermimpi. Mengenai hubungan mimpi dengan alam sadar, Freud berpendapat bahwa apapun yang ditawarkan oleh mimpi, individu mendapat materinya dari alam nyata.


Sumber :


Feist, J., & Feist, G. J. (2009). Theories of Personality (7th ed.). New York: McGraw-Hill.

Gunarsa, S.D. (1996). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta : Gunung Mulia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar